Tanpa minum, manusia bisa bertahan beberapa hari.
Tanpa makan, manusia pun bisa hidup berhari-hari. Tapi tanpa oksigen,
manusia tidak akan kuat bertahan lama. Coba bayangkan, kalau saja sistem
pengadaan oksigen di dunia ini terganggu 10 menit saja, manusia bakal
punah. Tapi sadarkah Anda, siapa orang yang pertama menggunakan istilah
oksigen?
Dalam salah satu artikel di Jefferson Lab
terungkap bahwa atom bernomor seri 8 itu pertama ditemukan dan
diproduksi secara sintetis oleh ahli kimia Joseph Pristley dan Carl
Wilhelm tahun 1774. Priestley kemudian lebih banyak disebut sebagai
penemunya. Mereka memproduksi oksigen dengan memanaskan mercurium oksida
(HgO).
Lalu,
gas yang satu ini pertama kali disebut sebagai oksigen oleh ahli kimia
asal Prancis Antoine Lavoisier yang menganggap bahwa oksigen adalah gas
utama dalam pembentukan setiap jenis asam. Oksigen berasal dari bahasa
Yunan oxys dan genes yang berarti pembentuk asam. Meski kemudian
kepercayaan bahwa oksigen adalah pembentuk utama asam kemudian diketahui
keliru.
Oksigen adalah elemen yang paling melimpah
ketiga di alam semesta ini. Komposisinya hampir 21 persen dari lapisan
atmosfer bumi. Oksigen juga terhitung merupakan separuh dari massa kerak
bumi, dua pertiga massa tubuh manusia, dan 0,9 bagian dari air.
Versi lain mengungkapkan bahwa sebenarnya
sejak abad ke-13 masyarakat Cina telah mengenal unsure-unsur yang
terkandung dalam air. Pandangan ini terungkap dalam buku kuno tentang
kimia berjudul ‘Klaproth’. Masyarakat Cina saat itu juga sudah
mengetahui bahwa dalam udara terdiri dari banyak elemen. Namun, memang
saat itu mereka belum menyebutnya dengan istilah oksigen. Penelitian
tentang unsure-unsur yang terdapat dalam udara pertama dilakukan oleh
Leonardo da Vinci (1452-1519).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar