Catur
sangatlah lekat dengan sejarah perjalanan bangsa India dan Afghanistan.
Dari wilayah inilah catur dipercaya lahir pada sekitar tahun 600
masehi. Catatan sejarah di Universitas Wisconsin termasuk merekam
sejarah kelahiran catur itu. Versi lain yang tidak jelas sumbernya
menyebutkan bahwa catur lahir tahun 100 masehi, namun catatan ini sulit
dipertanggungjawabkan.
Perkembangan catur kemudian mengikuti rute
perkembangan jalur niaga bangsa India. Di beberapa tempat kemudian
permainan ini diadaptasi sesuai tradisi setempat. Di Jepang lahir
permainan serupa catur bernama Shogi. Versi lainnya juga muncul di Cina,
serta beberapa wilayah yang lain.
Perkembangan catur di Eropa dan Amerika
berasal dari Iran (Persia) melalui pusat perdagangan Eropa di tahun 1000
masehi, yakni Spanyol dan Italia. Dari pusat bisnis Eropa tersebut,
Bangsa Viking kemudian membawa catur ke wilayah Skotlandia dan Islandia.
Pada era 1100-1200 masehi, permainan ini sudah dikenal populer di
seluruh Eropa.
Namun demikian, pada era modern, catur
kemudian justru banyak digandrungi warga Rusia sejak revolusi komunis
tahun 1917. Di wilayah ini, catur memang diajarkan di sekolah-sekolah.
Karena itulah tidak heran jika kemudian juara catur banyak lahir dari
negeri komunis ini.
Kejuaraan catur tingkat dunia, pertama kali
digelar tahun 1851 di London. Pecatur yang kemudian menang sebagai
juara dunia saat itu adalah pria berkebangsaan Jerman, Adolf Anderssen.
Berbeda dengan para juara dunia saat ini yang bergelimang hadiah,
Anderssen saat itu sama sekali tidak mendapat hadiah, juga tak meraih
gelar. Orang hanya mengenalnya sebagai pecatur terbaik dunia.
Barulah kejuaraan catur dunia yang member
gelar dilangsungkan pada tahun 1866 di London. Saat itu pula mulai
dikenal pengaturan waktu pada permainan catur menggunakan jam pasir.
Juara dunia catur pertama di dunia yang mendapatkan gelar bernama
Seinitz asal Cekoslovakia (negara ini kemudian pecah menjadi Ceska dan
Slovakia).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar